Mau punya domain sendiri gratis? Check disini...

Freelancing

Mana?  Mana?  Jadi inget Bolot yang kalau urusan duid langsung aja melotot.

Hehe.  Cuma sekedar informasi saja :

Menurut oConomy – halaman statistik oDesk, sampai tulisan ini disusun sudah US$ 165.853.650,- an nilai proyek yang sudah dijalankan melalui oDesk. Bayangkan keuntungan oDesk – 10% dari US$ 165 juta = US$ 16.5 juta! Wuih mantep.  Eh bener gak yah?  Soalnya kalau ngitung duid banyak sering salah.  Maklum biasa ngitung duid receh melulu
:ngakak
Gak usah ngitungin keuntungan orang lain deh.  Nanti jadi (penyakit) sirik.

Nah, sebagai pembanding – dari USA sebagai rumahnya oDesk ada 53 ribu an kontraktor alias freelancer yang bekerja melalui oDesk.  Dari Philipina ada 17 ribu an.  Dari Indian ada 27 ribu an.  Dari Indonesia?  Cuma 1600 an. Ya ampun!
:dp

Kalau tidak percaya, bisa dilihat langsung di sini

Padahal katanya, di Indonesia sudah sarjana juga susah cari kerja.  Terus mau usaha susah cari modal.  Daripada online cuma buat facebook an, chating, ngegosip, mending freelancing aja atuh.  Lumayan bisa dapet 1jt-2jt an per bulan sambil nungguin warung di rumah.  Itu dari kerjaan ‘recehan’ lho.  Sukur-sukur bisa jadi anggota team web developer yang tarip nya bisa $10 per jam dengan jam kerja 20-40 jam per minggu!  Itung aja ndiri perbulan nya bisa dapet berapa….
Bisa sambil ngasuh anak kalau yang sudah punya (seperti mamang sekarang).  Atau gak apa-apa kerja gaji pas-pasan nungguin toko nya Koh Ahong di BEC sambil freelancing buat nambah-nambah.  Daripada nungguin toko bengong cuma lihat yang bening-bening lewat.  Kan buat tenant boleh gratis akses internet wi-fi nya (dulu mah kalau gak salah).

Sering mamang lewat pertokoan yang sepi lihat penjaga toko yang lagi bengong, ngisi TTS, ngobrol, bahkan tidur.  Daripada melewatkan waktu yang merupakan amanat dari Sang Pencipta dengan percuma (taela), alangkah baiknya kalau dimanfaatkan dengan freelancing.  Toh selama tidak mengganggu pekerjaan ‘utama’ mamang pikir sang empunya toko tidak akan merasa keberatan.  Modal netbook + kemauan, Insya Allah disitu ada jalan.

Kalau bisa sih, ada orang pinter dan berkemampuan (dan yang pasti berkemaluan berkemauan kuat) di Indonesia untuk membuat semacam oDesk di Indonesia.  Dengan Bahasa Indonesia dan bayaran Rupiah.  Sepertinya bakal lebih asik lagi.

Semoga deh juragan!

Incoming search terms for the article:

Dalam memulai freelancing, diperlukan reputasi yang merupakan ‘modal’ bagi freelancer pemula. Di oDesk.com terdapat jenis pekerjaan Data Entry yang didalamnya terdapat banyak pekerjaan mudah yang dapat dilakukan untuk membangun reputasi.  Contohnya hari ini mamang melamar dua pekerjaan pada kategori ini, yang satu pekerjaan dengan judul  ” Copy Paste from a website into an Excel file.” Pada pekerjaan ini kita sebagai provider diminta untuk memilih semua (Ctrl + A) meng-copy (Ctrl + C) dan mem paste (Ctrl + V) di File Excel.  Ada 1700 halaman web yang perlu diperlakukan seperti ini.  Atau “DATA FORMATTER” dimana kita diminta untuk menyesuaikan format data pada file excel sehingga sesuai dengan yang dia inginkan.  Ada juga “Sign up for accounts” yaitu kita hanya perlu untuk melakukan signup di 357 website yang menerima pengiriman artikel.  Karena signup tidak bisa dilakukan secara otomatis (perlu verifikasi email, captcha, dsb) maka muncullah pekerjaan seperti ini :D

Memang pekerjaan seperti ini tidak menghasilkan uang dengan jumlah yang fantastis, mungkin hanya $5 atau $10 / job atau jika job nya dihitung per jam mungkin hanya $1-$2 per jam.  Tapi sebagai cara untuk membangun reputasi dan proses belajar freelancing itu sendiri, tidak ada salahnya untuk dicoba.  Daripada bengong browsing sana-sini tanpa hasil, lebih baik freelancing sambil ngumpulin receh.

Berminat?  Kunjungi saja langsung ya di sini.

Incoming search terms for the article:

workPernahkah anda bayangkan bekerja dari meja dapur anda atau dari meja kerja yang hanya berjarak 2-3 meter dari tempat tidur anda? Tanpa perlu melalui rutinitas eksodus di pagi dan petang, tanpa perlu meninggalkan keluarga, tanpa terikat waktu kerja?

Sebelumnya, perlu disepakati bahwa bekerja disini adalah “menghasilkan manfaat” baik bagi pihak lain berupa hasil kerja berikut dengan imbalannya yang dapat dianggap sebagai “nafkah” bagi diri sendiri maupun keluarga. Jadi bekerja disini tidak termasuk pada kegiatan rutin “menjual waktu” atau “jual absensi” yang sekedar mencari penghasilan, tunjangan profesi, gaji bulanan atau apapun istilahnya.

Dengan berkembang (secara pesat) nya teknologi telekomunikasi – termasuk internet, maka terbuka lah sebuah dunia baru lengkap dengan masyarakat nya yang hidup secara paralel dengan dunia nyata. Awalnya dunia baru yang biasa disebut dengan dunia maya ini hanya menyediakan informasi satu arah, baik berupa informasi tekstual, visual maupun audio visual. Sejalan dengan berkembangnya dunia maya, maka ‘masyarakat’ dunia maya diberi kebebasan untuk berinteraksi dalam dunia maya tersebut. Berbarengan dengan karakteristik dunia maya yang tidak mengenal batasan jarak dan waktu, maka terbukalah kemungkinan untuk ‘melakukan sesuatu’ secara jarak jauh, diantaranya adalah bekerja atau yang kemudian dikenal dengan istilah telecommuting. Awalnya mungkin hanya ‘orang-orang top’ yang bisa melakukan hal ini. Mungkin pernah ada yang melihat di film-film hollywood bagaimana seorang broker saham top melakukan transaksi melalui telepon, notebook, palmtop atau PDA yang terhubung melalui internet, dll.


Lanjutkan membaca Bekerja melalui internet

Incoming search terms for the article: