Mau punya domain sendiri gratis? Check disini...

Internet Bermanfaat

Program akunting gratis? Ah, masa. Jaman sekarang gratis?

Ada kok. Memang tidak sehebat Quickbooks atau program akunting pro lainnya, tapi lumayan kok untuk kegiatan warung kecil-kecilan sih.

:recsel :recsel :recsel

Berikut ini rangkuman fitur nya :

  • Diagram Business Cycle
    (seperti pada MYOB, Peachtree, Quickbooks… )

Membantu visualisasi hubungan konsumen, supplier, dan rekanan dengan fungsi-fungsi nya pada program.

  • Pengelolaan Akun

Mengelola akun-akun tempat transaksi dipostingkan, disummary kan, dan di proses (adjustment dan balance). Mendukung akun majemuk. Dapat digunakan untuk membuat report income statement, balance sheet, dan trial balance. Selain untuk dicetak, bisa diexport ke excel atau format lain.
Lanjutkan membaca Program Akunting Gratis

Incoming search terms for the article:

Entah apakah seharusnya istilah yang benar adalah niat cyber atau yang lainnya, tapi yang ingin mamang kemukakan disini adalah betapa keberadaan internet telah membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah.  Lebih mudah dalam artian, cukup dengan niat – maka apa yang dimaksud akan lebih cepat dan mudah untuk diwujudkan di dunia maya atau dunia cyber.  Kalau mamang beri judul artikel ini “Niat Maya” atau “Maya Niat” nanti disangkanya cerita mengenai Neng Maya yang lagi niat shaum wajib Ramadhan :)

Contohnya begini : kalau dulu seseorang melihat iklan atau terpapar informasi apakah itu melalui media cetak, media televisi, atau apapun selain media cyber, maka jika seseorang tersebut tertarik atau berniat untuk menindaklanjuti paparan informasi tersebut maka yang bersangkutan perlu usaha dan waktu lebih sehingga terkadang niat saja tidaklah cukup untuk menjamin tingkat keberhasilannya.  Halah – teori – susah amat ya.  Contohnya begini (ulangan) : Ini sih kasus yang paling umum aja ya, jangan dulu yang komplek. Si A tadi pagi melihat iklan lagu baru band dorockdock di tivi.  Si A tertarik untuk membeli CD lagu baru tersebut.  Maka si A perlu untuk berangkat ke toko CD terdekat untuk kemudian membeli CD tersebut.  Jadi dalam prosesnya akan ada beberapa niat tambahan yang perlu dilakukan untuk menjadikan iklan tersebut berhasil dan si A mendapatkan apa yang dia inginkan.  Niat untuk mandi, gosok gigi, pakai baju, naik angkot, turun di toko CD, beli CD, dst.

Lain halnya di jaman cyber dot com atau dunia maya, jika si A melihat iklan lagu baru band dorockdock misalnya di banner nya mangmemed dot com, maka si A tinggal mengklik iklan tersebut dan lagu tersebut akan terdownload ke komputer si A.  Gak perlu mandi, gak perlu gosok gigi, gak perlu nyegat angkot, dsb.  Cukup niat kepingin punya lagu tersebut dan klik, beres.

Sialnya, kemudahan ini juga yang menjadi masalah ketika niat tersebut adalah niat yang bisa dinilai negatif – misalnya penyalahgunaan pornografi. 
Lanjutkan membaca Cyber Niat

Buat yang mau menggunakan angkot di Bandung, mungkin ini bisa bermanfaat. Bersumber dari

http://bandung.detik.com/detailagenda/0801091313400265

ABD. MUIS – CICAHEUM via BINONG
RUTE: PUNGKUR – TELAGA BODAS – PALASARI TURANGGA – GATOT SUBROTO – KIARA CONDONG – SUPRATMAN – KATAMSO – CIKUTRA – HASAN MUSTAPA

CICAHEUM – ABD. MUIS
RUTE: HASAN MUSTAPA – JAKARTA – KIARA CONDONG – TURANGGA – PALASARI – BUAH BATU – M. RAMDAN – MOH. TOHA

ABD. MUIS – CICAHEUM via ACEH
RUTE: KARAPITAN – SUNDA – ACEH – KATAMSO – PAHLAWAN – HASAN MUSTOPA

CICAHEUM – ABD. MUIS via ACEH
RUTE: HASAN MUSTOPA – KATAMSO – ACEH – SULAWESI – TAMBLONG – LENGKONG BESAR – CIATEUL

ABD. MUIS – DAGO
RUTE: PUNGKUR – KARAPITAN – SUNDA – BANDA – RE. MARTADINATA – Ir. H. JUANDA

DAGO – ABD. MUIS
RUTE: Ir. H. JUANDA – ACEH – SUMATRA – TAMBLONG – LENGKONG – CIATEUL

ABD. MUIS – LEDENG
RUTE , PUNGKUR – KARAPITAN – SUNDA – BANDA – RE. MARTADINATA – WASTUKENCANA – CIPAGANTI – SETIA BUDI
Lanjutkan membaca Rute Angkot Bandung

Incoming search terms for the article:

Akhir-akhir ini mamang memperhatikan sering diadakan kontes atau lomba bagi remaja atau pemuda-pemudi yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar. Katakanlah kontes band, musik, bakat seni dan banyak lagi ajang lomba kreatifitas lainnya. Indonesian Idol, Indonesia mencari bakat, Indonesia ini, Indonesia itu, dsb.

Yang agak menggelitik mamang adalah kenapa sampai saat ini belum ada kontes semacam itu (yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan besar) yang mengutamakan kreatifitas yang lebih produktif di dunia ‘nyata’.

Bukan berarti mamang meremehkan kreatifitas di bidang musik, atau bidang seni lainnya – tapi apakah akan lebih mendidik dan akan sangat bermanfaat apabila kontes-kontes tersebut diadakan dalam mencari bibit kreatifitas dan ide dari pemuda-pemudi yang berkenaan dengan realita kehidupan sehari-hari. Dan pemenang kontes tersebut – katakanlah untuk sepuluh besar akan mendapatkan sponsor untuk merealisasikan ide nya.

Contohnya, misalkan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia mengadakan kontes tahunan bagi pelajar dan mahasiswa mengenai ide dan konsep wirausaha yang kriteria kriteria penilaiannya adalah berdasarkan originalitas ide, penyusunan rencana usaha, dsb. Selain memungkinkan realisasi dari ide-ide tersebut, pemenang lomba akan diberi hadiah beasiswa, misalnya.

Bukan tidak mungkin ide-ide tersebut nantinya akan dihimpun dalam suatu badan usaha anak perusahaan. Jadi selain menjadi suatu kontes, hasilnya akan membuka lapangan kerja dan bermanfaat bagi banyak orang.

Akhirnya, manfaat akan lebih menyentuh banyak orang.

Incoming search terms for the article:

Mana?  Mana?  Jadi inget Bolot yang kalau urusan duid langsung aja melotot.

Hehe.  Cuma sekedar informasi saja :

Menurut oConomy – halaman statistik oDesk, sampai tulisan ini disusun sudah US$ 165.853.650,- an nilai proyek yang sudah dijalankan melalui oDesk. Bayangkan keuntungan oDesk – 10% dari US$ 165 juta = US$ 16.5 juta! Wuih mantep.  Eh bener gak yah?  Soalnya kalau ngitung duid banyak sering salah.  Maklum biasa ngitung duid receh melulu
:ngakak
Gak usah ngitungin keuntungan orang lain deh.  Nanti jadi (penyakit) sirik.

Nah, sebagai pembanding – dari USA sebagai rumahnya oDesk ada 53 ribu an kontraktor alias freelancer yang bekerja melalui oDesk.  Dari Philipina ada 17 ribu an.  Dari Indian ada 27 ribu an.  Dari Indonesia?  Cuma 1600 an. Ya ampun!
:dp

Kalau tidak percaya, bisa dilihat langsung di sini

Padahal katanya, di Indonesia sudah sarjana juga susah cari kerja.  Terus mau usaha susah cari modal.  Daripada online cuma buat facebook an, chating, ngegosip, mending freelancing aja atuh.  Lumayan bisa dapet 1jt-2jt an per bulan sambil nungguin warung di rumah.  Itu dari kerjaan ‘recehan’ lho.  Sukur-sukur bisa jadi anggota team web developer yang tarip nya bisa $10 per jam dengan jam kerja 20-40 jam per minggu!  Itung aja ndiri perbulan nya bisa dapet berapa….
Bisa sambil ngasuh anak kalau yang sudah punya (seperti mamang sekarang).  Atau gak apa-apa kerja gaji pas-pasan nungguin toko nya Koh Ahong di BEC sambil freelancing buat nambah-nambah.  Daripada nungguin toko bengong cuma lihat yang bening-bening lewat.  Kan buat tenant boleh gratis akses internet wi-fi nya (dulu mah kalau gak salah).

Sering mamang lewat pertokoan yang sepi lihat penjaga toko yang lagi bengong, ngisi TTS, ngobrol, bahkan tidur.  Daripada melewatkan waktu yang merupakan amanat dari Sang Pencipta dengan percuma (taela), alangkah baiknya kalau dimanfaatkan dengan freelancing.  Toh selama tidak mengganggu pekerjaan ‘utama’ mamang pikir sang empunya toko tidak akan merasa keberatan.  Modal netbook + kemauan, Insya Allah disitu ada jalan.

Kalau bisa sih, ada orang pinter dan berkemampuan (dan yang pasti berkemaluan berkemauan kuat) di Indonesia untuk membuat semacam oDesk di Indonesia.  Dengan Bahasa Indonesia dan bayaran Rupiah.  Sepertinya bakal lebih asik lagi.

Semoga deh juragan!

Incoming search terms for the article: