Menoyor, yang berasal dari kata toyor yang diperkirakan merupakan turunan dari Bahasa Jawa (mengingat yang mempopulerkan adalah Kak Seto Mulyadi) bisa diartikan dengan mendorong dengan keras.  Jadi tidak sampai memukul, tapi tidak juga cuma sekedar mendorong.  Mungkin padanan dalam Bahasa Sunda nya adalah ngadegungkeun dari kata degung.  Kalau anak-anak suka membandel, biasanya (ini bukan kebiasaan yang baik lho!) suka di ‘didegungkan’ kepalanya atau ‘ditoyor’.  Jadi bukan dijitak atau apalagi ditonjok, tapi didorong dengan sentakan yang cukup keras.

Kata toyor dan menoyor ini mendadak populer sejak munculnya berita seorang anak yang ditoyor kepalanya oleh (yang katanya) anggota Paspampres sehabis bersalaman dengan Pak Presiden pada acara Hari Anak Nasional kemarin.

Beritanya bisa dibaca disini

Incoming search terms for the article:

Mungkin ini juga menarik:

  • Maaf, tidak ada artikel sejenis.