Mau punya domain sendiri gratis? Check disini...

Archive for Juni, 2010

Masih dalam rangka memanfaatkan internet untuk (kemajuan) Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pada bagian I dan II mamang mengutarakan mengenai membuat website. Dengan nama domain eksklusif, hosting IIX, hosting USA, blablabla.

Mang, saya mah baru mulai usaha – jangankan untuk membayar web developer yang tarifnya aduhai, untuk modal sehari-hari saja saya masih pas-pasan.

Jangan khawatir, sekarang banyak cara untuk mempromosikan usaha tanpa perlu usaha khusus membuat website. Caranya :

Gunakan social media / jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Multiply, dsb. Semakin luas / banyak jaringan yang anda punyai – semakin baik efek promosi yang akan berjalan. Tidak perlu malu atau gengsi memasarkan melalui jaringan sosial – toh, gengsi gak laku dijual walaupun di pasar loak. Jangan takut postingan anda berpromosi di jaringan sosial mengganggu teman-teman jaringan anda. Selama bahasa dan cara penyampaian nya baik, mamang yakin teman-teman virtual anda tidak akan keberatan. Toh, kalau keberatan – mereka tinggal unfollow atau block anda.

Berpartisipasi di forum-forum, misalnya kaskus.us (forum terbesar di Indonesia saat ini – dan terus berkembang), forum-forum dengan minat spesifik – misalnya kita bisa memasarkan produk automotif di forum yang berbau-bau otomotif. Sebaiknya pelajari dulu aturan main / posting forum sebelum melakukan posting. Biasanya di forum2 disediakan kamar khusus untuk latihan posting sehingga kita bisa mencoba membuat posting yang enak dibaca, baik secara komposisi, layout maupun isi posting itu sendiri.

Manfaatkan ruang blog gratis, misalnya blogger.com atau wordpress.com. Untuk blogger.com yang dikelola oleh Google, ada keuntungan (walaupun tidak selalu mutlak ada), bahwa blog yang kita buat akan otomatis ‘dilirik’ oleh Google. Jadi kemungkinan untuk muncul di hasil pencarian google akan lebih tinggi. Teori ini tidak mutlak, tapi baru berdasarkan pengamatan mamang saja. Kalau blog nya pasif dan tidak diupdate, atau salah dalam mendefinisikan meta setting dan keywordnya, ya tetap saja google akan ogah untuk mengindex. Selain itu ada juga wordpress.com dengan fasilitas back end wordpress yang sudah terkenal mudah digunakan, fleksibel dan sangat menyenangkan.

Berikut ini contoh penggunaan blog gratisan untuk keperluan promosi :
Lanjutkan membaca Promosi gratisan? Kenapa tidak

Masih mengenai website bagi UKM itu sendiri, faktor apa saja selain nama domain yang perlu diperhatikan sewaktu membuat website?

Target audience – pasar mana yang diincar?

Jika pasar dalam negeri, tentunya website perlu dibuat dalam Bahasa Indonesia. Selain itu letak server (hosting) sebaiknya di dalam jaringan internet Indonesia atau istilahnya IIX sehingga akses akan jauh lebih cepat bagi pengguna di Indonesia.

Jika produk dan layanan yang akan dipasarkan ditujukan untuk pasar mancanegara, misalnya kita ingin mengembangkan bisnis batik agar lebih banyak pembeli dari pasar mancanegara, maka paling tidak website harus dibuat dalam Bahasa Inggris. Pemilihan hosting nya pun sebaiknya di USA atau di data center yang mempunyai akses ke jaringan global dengan kualitas yang cukup baik.

Lalu bagaimana kalau target audience nya adalah pasal lokal dan internasional, misalnya usaha penunjang pariwisata? Website nya bisa dibuat dengan dua bahasa atau lebih (biasanya untuk negara-negara yang menggunakah huruf khusus misalnya Jepang dan China, perlu dibuatkan website versi sendiri), dan hosting bisa diletakkan di ‘tengah-tengah’ misalnya di Singapore.

Target audience ini sebetulnya harus diperhatikan juga sewaktu memilih nama domain. Jangan memilih nama domain yang sulit diingat oleh orang selain orang Indonesia kalau target audience nya pasar mancanegara. Contohnya, mangmemed.com mungkin cukup mudah diingat untuk orang Indonesia, tapi untuk orang berbahasa inggris mungkin agak sulit mengingat “ng” yang kurang populer disana.

Nanti dilanjut lagi. Keburu ngantuk. Mau bobo siang.

Incoming search terms for the article:

ScreenshotSeringkali mamang berbincang-bincang baik dengan teman maupun kerabat – kebetulan banyak yang menjalankan usaha kecil-kecilan atau sambilan. Kebanyakan kendala bagi mereka untuk mengembangkan usaha ada di sisi permodalan – termasuk modal untuk biaya promosi. Siapa sih yang tidak ingin usaha kecil nya berkembang dan dikenal banyak orang? Tapi apa daya – biaya untuk melakukan promosi cukup membuat para pengusaha kecil mengurungkan niatnya.

Sebetulnya dengan berkembang cukup pesatnya akses internet di Indonesia akhir-akhir ini, promosi dapat dilakukan dengan biaya (sangat) minim. Kalau dibilang gratis, mungkin hampir gratis. Toh, untuk membuat website di ‘ladang’ website gratisan tetap memerlukan ongkos pergi ke warnet, bayar sewa warnet dan mungkin beli roti atau mie instan.

Biaya minim = hasil minim? Belum tentu. Itu semua kembali ke daya tarik produk atau layanan yang dijual. Sebetulnya mamang pikir, keberhasilan suatu usaha mungkin 50% ditentukan oleh kualitas produk atau layanan, sisanya ditentukan oleh dikenal atau tidaknya produk atau layanan tersebut oleh masyarakat yang didalamnya terdapat calon konsumen.

Nah, misalnya si Mang Memed jualan bakso enaak banget. Tapi karena Mang Memed ini hanya berjualan disekitar komplek, tanpa promosi mungkin hanya orang komplek yang akan beli. Mungkin, dengan promosi paling basic – dari mulut ke mulut, jumlah pelanggan akan (sedikit) berkembang, tapi dengan kepesatan yang sangat lambat. Terlalu lambat mungkin hingga suatu saat pengusaha bakso franchise bermodal besar masuk komplek dan sudah bisa dipastikan – Mang Memed akan bertambah sulit untuk berkembang, atau bahkan mungkin akan tutup jualan dan beralih menjadi blogger. Hehe. Ini bukan kisah nyata lho. Hanya rekaan saja. Asli. Nggak percaya? Beneran mamang belum pernah jualan bakso.

Nah, paling tidak – dengan berusaha promosi melalui internet maka ada kemungkinan lebih banyak orang akan mengetahui keberadaan bakso Mang Memed. Lalu, bagaimana caranya?


Lanjutkan membaca Manfaat internet bagi UKM Bagian I

Incoming search terms for the article:

Oleh-oleh Shalat Jum’at di masjid Saladin Pussenkav kemarin. Kok merasa tentram ya shalat di masjid ini – apa mungkin karena banyak bapak tentara ya?

Dari Mu’adz bin Jabal r.a, Rasulullah SAW bersabda :

Dua kaki seorang hamba tidak akan berpindah (dari tempatnya berpijak nanti pada hari kiamat) sehingga dia ditanya tentang empat perkara :

Tentang umurnya, kemana saja dia habiskan;

Tentang masa mudanya, dengan apa dia gunakan;

Tentang hartanya, dari mana dia mendapatkannya dan untuk apa dia belanjakan;

dan

Tentang ilmunya, apa yg dia perbuat dengan ilmunya itu ??

( Hadis Riwayat At Thabrani dan Al Bazzar).

workPernahkah anda bayangkan bekerja dari meja dapur anda atau dari meja kerja yang hanya berjarak 2-3 meter dari tempat tidur anda? Tanpa perlu melalui rutinitas eksodus di pagi dan petang, tanpa perlu meninggalkan keluarga, tanpa terikat waktu kerja?

Sebelumnya, perlu disepakati bahwa bekerja disini adalah “menghasilkan manfaat” baik bagi pihak lain berupa hasil kerja berikut dengan imbalannya yang dapat dianggap sebagai “nafkah” bagi diri sendiri maupun keluarga. Jadi bekerja disini tidak termasuk pada kegiatan rutin “menjual waktu” atau “jual absensi” yang sekedar mencari penghasilan, tunjangan profesi, gaji bulanan atau apapun istilahnya.

Dengan berkembang (secara pesat) nya teknologi telekomunikasi – termasuk internet, maka terbuka lah sebuah dunia baru lengkap dengan masyarakat nya yang hidup secara paralel dengan dunia nyata. Awalnya dunia baru yang biasa disebut dengan dunia maya ini hanya menyediakan informasi satu arah, baik berupa informasi tekstual, visual maupun audio visual. Sejalan dengan berkembangnya dunia maya, maka ‘masyarakat’ dunia maya diberi kebebasan untuk berinteraksi dalam dunia maya tersebut. Berbarengan dengan karakteristik dunia maya yang tidak mengenal batasan jarak dan waktu, maka terbukalah kemungkinan untuk ‘melakukan sesuatu’ secara jarak jauh, diantaranya adalah bekerja atau yang kemudian dikenal dengan istilah telecommuting. Awalnya mungkin hanya ‘orang-orang top’ yang bisa melakukan hal ini. Mungkin pernah ada yang melihat di film-film hollywood bagaimana seorang broker saham top melakukan transaksi melalui telepon, notebook, palmtop atau PDA yang terhubung melalui internet, dll.


Lanjutkan membaca Bekerja melalui internet

Incoming search terms for the article: